Wednesday, 27 April 2011

CINTA & KAWAN



Suatu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam
kampung...

Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam
telaga...
Kenapa??
Kerena CINTA itu buta...
Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam
telaga...
Kenapa??
Kerena... KAWAN akan buat apa saja demi
CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang...
Kenapa??
Kerena... CINTA itu halus, mudah hilang
kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi
dalam telaga yang gelap...
Sedangkan KAWAN masih mencari-cari
dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Karena ... KAWAN itu sejati & akan
kekal sebagai KAWAN yang setia...
so, hargailah KAWAN kita ....
Walau kita punya couple , teman still
paling setia.
Walau kita punya harta banyak , teman
still paling berharga .
 
Kirim balik massage ini jika anda anggap saya sebagai teman selamanya.
Kirim ke semua teman anda dan lihat
brapa banyak teman yang care pd anda !!!!!!!!!!!!
Frenz never break ............




God Says...

YOU SAY:
GOD SAYS:
BIBLE VERSES
Its impossible
All things are possible
(Luke 18:27)
Im too tired
I will give you rest
(Matthew 11:28-30)
Nobody really loves me
I love you
(John 3:16 & John 3:34 )
I cant go on
My grace is sufficient
(II Corinthians 12:9 & Psalm 91:15)
I cant figure things out
I will direct your steps
(Proverbs 3:5-6)
I cant do it
You can do all things
(Philippians 4:13)
Im not able
I am able
(II Corinthians 9:8)
Its not worth it
It will be worth it
(Roman 8:28 )
I cant forgive myself
I Forgive you
(I John 1:9 & Romans 8:1)
I cant manage
I will supply all your needs
(Philippians 4:19)
Im afraid
I have not given you a spirit of fear
(II Timothy 1:7)
Im always worried and frustrated
Cast all your cares on ME
(I Peter 5:7)
Im not smart enough
I give you wisdom
(I Corinthians 1:30)
I feel all alone
I will never leave you or forsake you
(Hebrews 13

__._,_.___


.
Web Bug from http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=4197889/grpspId=1705128512/msgId=45983/stime=1227745892/nc1=3848607/nc2=4507179/nc3=5349276
__,_._,___

Cara membuat kue rumah tangga paling bahagia,

TUHAN BERKATI

MUJIZAT NYANYIAN SEORANG KAKAK






Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA . Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana
layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik.
Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu.
Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.

 Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan.
Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika
sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

 Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat
putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. 












Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!

Mami, ... aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.

Mami, ... aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.

Mami, ... aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta

Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.

Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.

 Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya
masih hidup! Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster.... suster tak mau tahu; ini peraturan!
Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi!
Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.

 Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul
maut. Michael menatap lekat adiknya ... lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring "... You are my sunshine, my only sunshine,
you make me happy when skies are grey ..." Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.

 You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya
dengan tajam dan terus, ... terus Michael! teruskan sayang! ... bisik ibunya ... The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands
... dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur ... I'll always love you and make you happy, if you will
only stay the same ... Sang adik kelihatan begitu tenang ... sangat tenang.

 Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan ... adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai ... lalu tertidur
lelap.

 Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja
ia saksikan sendiri.

 Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu
ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh
amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.

 Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut
kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you".

 Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil
bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.

 Note:

Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain ...

Datang dari seseorang yang kita anggap lemah ...

Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan ...


 

Peace & Love


KISAH CINTA DARI CHINA





Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia.
Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan
diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.
 
Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya
(hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang
selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.
50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama
Xu Chaoqin ....





Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....




Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.




Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan is berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.
Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.



Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.

"Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai akan meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?"
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.
 
Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.


Monday, 25 April 2011

VERICOSE VEINS














INTRODUCTION

Vericose veins are veins that have become enlarged and tortuous. The term commonly refer to the veins on the leg although varicose vein occur elsewhere. Veins have leaflet valves to prevent blood from flowing backwards. Legh muscle pump the veins to return blood to the hearth against the effect of gravity.
When veins become varicose, the leaflet of the valves no longer meet properly and the valves do not work. This allow blood flow backward and they enlarge even more. Varicose vein are most common in the superficial veins of the leg which are subject to high pressure when standing.

Signs and Symptoms

1. Aching heavy legs often worse at night and after exercise
2. Appearance of spider vein in the affected leg
3. Ankle swelling
4. Abrownish – blue shiny skin discoloration near the affected vein
5. Redness, drynessand itchiness of area skin
6. Cramps may develop especially when making a sudden moves as standing up
7. Minor injuries to the area may bleed morethan normal and / or takes time to heel
8. Whitened, irregular scarlike patches.

Diagnostic Investigation

1. Walking treatment test – to demonstrate presence or absence of valvular incompetence of communicating veins.
2. Photoplethysmography – a non invasive technique to observe venous flow hemodynamics by noting change in the blood content of the skin.
3. Dopler ultrasound – can detect it accurately and rapidly is inexpensive and highly reproducible
4. Venous autflow and reflux plethysmography - able to detect deep venous occlusion.
5. Ascending and decending venography – an invasive technique that can also demonstrate venous occlusion and patterncollateral flow.

Management

A. SURGICAL
Vein stripping and ligation – consist of removal of all part the saphenous vein
Surgeon will make two small surgical cut in leg
- The vut will be near the top and bottom damage vein. One will be in the groin, the other will be father down your leg, either in your calf or ankle.
- Surgeon will them treat a thin, flexible wire into the vein trough your groin. Surgeon will guide the wire trough the lower cut which pull the vein out with it.
- Surgeon may also use hook to pull out vein during this procedure
- If yu have other damage veins, surgeon may also make small incision over them to remove them and tie them off
- The surgeon will close the incision with suture.

After Procedure
o Legs will be wrapped with bandages to control swelling and bleeding for 3 – 4 days after surgery. You may keep them wrapped for several weeks
o When you are resting, try to keep the legs higer than level of your ear, place pillows or blankets under your legs to raise them up
o May also wear compression stocking these help improve blood flow. It is very important to keep bandages and compression stocking all the surgical cuts have healed.
o To prevent the varicose vein from returning, may wear compression stocking for long time.

B. COMPLICATION

1. Deep venous thrombosis
2. Pulmonary embolism
3. Wound complication including infection
4. Rarely numbness can develop in a part of the lower legs or foot. This usually occur to pulling on nerve during the operation
5. Sometimes a little blood lose from wound during 12 – 24 hours. This usually stop on it,s own. If liedown , elevate the leg and press on the wound 10 minutes


NURSING CARE


A. PREPARTION FOR SURGERY IN THE WARD
- Prepare the skin at least 12 hours prior to surgery by throughout cleansing the lower abdomen and legs with germicidal soap.
- Hair removal may shave to surgeon request
- Have the patient prepare on the day before the surgery for the surgeon to mark his skin with pen

B. PREOPERATIVE NURSING CARE – RECEPTION

1. Received and identify the patien correctly by
- ask the patient name
- cecking patient identification band and conform with file data.
2. Received the endorsement form the ward regarding premedication, latest of blood investigations, X-Ray, or CT – Scan, Blood availability,
3. Check the file, consent must be signed properly
4. Check for any implants or jewelry, loose or removeable teeth and presence of contact lenses.
5. Be sure the patient is fasting minimum 6 hours
6. Wheeled the patient to preoperative waiting area.




C. ROOM PREPARATION IN OPERATHING TEATHER
1. Minor set and minor packet
2. Bethadine
3. Palin gauze
4. Raytac gauze
5. Abdominal swab
6. Isolation bag
7. Diathermi
8. Blade no, 10 and 20
9. Ligature vicryl No : 2-0, 3-0, and 0.
10. Suture material vicryl 2-0. Prolene 3-0, or stapler for skin closing
11. Ligaclip
12. Vein stripper
13. Orthoband and crape bandage " Sterile"
14. Elastoplasts.

D. INTRAOPERATIVE NURSING CARE

1. Scrub Nurse
• Works directly with surgeon within the sterile field, passing instruments, sponges and other items needed during the procedure.
• Prepares and preserves a sterile field in which the operation can take place
• Maintains sterility troughout the procedure
• Awareness of the patient,s safety
• Undertake count of sponges and instrument with circulating nurse
• Helps tp apply dressing

2. Circulating Nurse
• Take the patient from waiting room areas, be sure to verify the correct identification of the patient by checking the identification band or by asking the patient name.
• Secure proper positioning to protect the safety and skin integrity of the patient underanasthesia.
• Responsible for managing the nurse care of the patient within the OR and coordinating the needs of the surgical team eith other care provider for completion of surgery
• Observe the surgery and surgical team from broad [res[ective and assists the team to create and maintain a safety and comfortable environment for the patient
• Asses the patient,s condition before, during,and after the operation to ensure optimal outcome for the patient
• Must be able to anticipate the scrub nurse,s needs and be able to open sterile packs, operate machinery and keep accurate record
• Record patient data on register book : Name, hospital no, age, sex, nationality, ward, surgery, surgeons, type of anesthesia given, scrub nurse and circulating nurse.
• Ensure specimen area properly and labeled, data completed, and specimen request must be filled and signed by surgeon
• Documentation
• Hand over patient to recovery room.




E. POSTOPERATIVE NURSING CARE – RECOVERY ROOM

A recovery room nurse provides constant care to patient immediately following the surgery. This may be a time frame anywhere from 30 minutes to a few hours until the patient is stable and out from the effect of anasthesi. The recovery staff nurse must be:
1. Ensure that the patient is breathing spontaneously, administers oxygen
2. Assess the level of consciousness by orienting the patient by asking patient name, and any complaint
3. Monitor vital signs such as BP, HR, Temp, Saturation, Respiratory Rate. Take not for any alteration and sign of complication
4. React rapidly to signs of physical changes and inform the anesthetist
5. Assess comfort level. Asking the patient about the level of pain and administer pain medication that had been prescribed
6. Asses the patient dressing for drainage or bright red bleeding, report to the surgeon
7. Make sure the patient is warm and comfortable
8. Documentation
9. Hand over to their respective ward after fully recovered from anesthesia.

Saturday, 23 April 2011

DAFTAR MAHASISWA ALUMNUS S1 KEPERAWATAN SINT CAROLUS JAKARTA , THN 2009








Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus
Tanggal Berdiri 01-04-1967 No SK PT 79DO2004 Tanggal SK PT 15-06-2004
Alamat JALAN SALEMBA RAYA No. 41
JAKARTA
Telepon 021 3924094 Faksimili 021 3924094
Email stiksc@stik-sintcarolus.ac.id
Website www.stik-sintcarolus.ac.id


1. ANASTASIA NIRUNG
2. ATNASIA SURYANINGRUM
3. DELLA PESIK
4. DETI HERAWATI
5. DIAN SUKMAWATI TANGRONNO
6. HOTMA ROHANA
7. EVI
8. KATRINA TENING
9. KURWATI
10. LIA KARTIKA
11. LIDIYA SEMBIRING
12. LINDA WIDIASTUTI
13. MARICE NURHAYATI MALAU
14. MARUNTUNG PETER PAUL SAMOSIR
15. MELISA WAHYU WIDI ASTUTI
16. MILKA PAUNANG
17. NI LUH ASTITI
18. NOVLINA LESTARI
19. PETRUS SUKARDI
20. PUTU LAKSMI ANOMSARI
21. RAHMAWATI PAYUNG RANTEALLO
22. REGINA ANITA LELE
23. REDINA NI NYOMAN RUSMIYATI
24. RESTY RATNASARI
25. RIA EFKELIN
26. RIDA MARYANI HASTUTI
27. RIENI PARAPAT
28. ROJIKIN
29. SITI ROCHANI
30. SUSRIYATI
31. TATIK NURHAYATI
32. TH WIDIASTUTI
33. YANNERITH CHINTYA
34. YEANE D ARCH
35. YUNI ARTHA
36. YUVITA YULIASTANTI